Kehadiran drama Korea saat ini menjadi salah satu hiburan yang sangat digandrungi oleh banyak orang, terutama kaum hawa di Indonesia. Apalagi, di masa pandemic yang memaksa kita semua untuk tetap #dirumahaja seperti saat ini, nampaknya kehadiran drakor atau drama Korea bisa membuat kita betah di rumah.

Obati Kebosanan di Rumah Saat Pandemi: Nonton Drakor

Bahkan di masa-masa seperti ini, jeratan drama Korea pasalnya makin luas saja. Remaja, dewasa muda, para pasangan, suami istri, ibu-ibu dan bapak-bapak dengan ponsel, TV dan laptop, semua dapat dijangkau oleh Drakor itu sendiri. Mereka bahkan rela menghabiskan waktunya sampai dengan berjam-jam merampungkan satu drama Korea sampai dengan tamat.

Tak Cuma saat di rumah ketika sebelum munculnya pandemic ini, menyaksikan orang menonton Drakor di kendaraan umum saat jalan pulang dari kantor pun sudah jadi hal yang sangat biasa. Lalu, sebenarnya mengapa drakor ini makin banyak diminati dan menggoda bagi banyak orang?

Alasan Drakor Makin Menggoda Banyak Orang

Ada banyak alasan yang dapat keluar dari bibir seorang penggemar drakor apabila ditanya kenapa mereka menyukai drama korea. Dan untuk mereka yang pernah atau pun sedang, paling tidak menyukai satu judul drakor, pasti sangat memahami sejumlah alasan yang akan disebutkan di bawah ini.

  1. Alasan yang paling sering diutarakan adalah cerita yang sangat menarik dan juga bisa menggaet penontonnya untuk ikut juga merasakan emosi di dalam drama tersebut, kalimat yang paling umum keluar dari para penggemar drama Korea, dilansir dari CNN Indonesia. Cerita yang menarik ini pasalnya bisa termanifestasikan ke banyak bentuk.

Mulai dari misalnya cerita cinta yang menyayat-nyayat hati, dan membuat seolah jatuh cinta lagi, malu-malu sendiri ketika adegan togel online romantis dan memimpikan pasangan ideal dalam drama sampai dengan terinspirasi atas perjalanan hidup si tokoh itu sendiri. Cerita itu namun belum termasuk dari berbagai pernak-pernik kehidupan yang dibawa dalam drama Korea.

  • Alasan keduan adalah makanan Korea yang membuat para penggemarnya terinspirasi untuk mencicipinya. Tak hanya itu, mereka juga jadi terinspirasi membeli sumpit atau pun sendok besi supaya terasa hidup dalam drama Korea, atau ungkapan-ungkapan verbal yang –sadar atau pun tidak- diikuti oleh mereka misalnya “Jinjja?” atau “Aish” atau “Aigoo” atau “Daebak!”
  • Tak hanya itu, hal-hal teknis sinematik seperti misalnya sinematografi, panorama, nuansa dan efek yang sanggup menguatkan cerita drama yang mana memang sudah digarap dengan matang.
  • Kalau alasan yang satu ini, pasti sudah banyak yang tahu. Sebagian penggemar yang lainnya pun mengamini bahwa factor pemain yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik ini sampai dengan lagu tema yang membuat penontonnya makin hanyut jadi factor mengapa orang menjadi lebih asyik sendiri dengan drama korea ini.
  • Di samping itu, satu buah judul drama Korea pun memiliki rentang waktu yang mana cukup singkat dan tidak bertele-tele dengan rata-rata isinya 16-29 episode. Paling tidak, tiap orang tak perlu berlarut-larut menyelesaikan satu buah judul drama Korea. Kalau niat, seseorang bisa marathon menyelesaikan bahkan lebih dari 5 episode dalam sehari. Apalagi di masa pandemic ini.

Akan tetapi sejumlah hal yang membuat seseorang bisa sangat menggandrungi drama Korea ini belum termasuk factor lainnya yang mana membuat produk sinematik ini bisa memperluas pasar di saat pandemic berlangsung ini.