Film Kontroversial Bollywood Menangkan Hati Penonton

Menarik, sebuah film Bollywood penuh kontroversi justru mendapatkan antusias yang sangat luar biasa dari penonton pada saat hari perdana peluncurannya. Bagaimana tidak, penggemar film yang hadir untuk penayangan perdana film “Padmaavat”, sebuah film epik Bollywood yang telah membuat marah radikal Hindu, harus bentrok dengan senapan mesin, perisai dan blokade polisi anti huru hara hanya untuk menonton film kontroversial tersebut.

Kekerasan Terjadi Dimana-mana

Tindakan pencegahan mungkin tampak berlebihan di distrik komersial di ibukota India yang sibuk.Hanya saja, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para fanatik di berbagai daerah di India meyakinkan bahwa seorang ratu Hindu legendaris telah memaksa pemilik bioskop untuk mengambil tindakan pencegahan Togel bali secara ekstrem.Artinya, barisan pencegahan yang dilakukan oleh pemilik bioskop bisa dianggap wajar karena berbagai tindakan kekerasan oleh kelompok fanatik.

Bahkan kekerasan juga terjadi pada saat pemutaran film di Delhi. Dilaporkan juga jika sebuah koktail molotov dilemparkan ke arah bioskop di daerah dekat Uttar Pradesh. Di negara bagian Bihar, lebih jauh ke timur, dua bioskop dikuasai oleh massa yang merusak kendaraan, menabrak poster dan mengancam penonton bioskop.

Kelompok fanatik sendiri telah berjanji untuk membakar bioskop yang memutar film Padmaavat dan sekaligus untuk membuktikan keberanian mereka untuk melakukan tindakan kekerasan atas film tersebut dengan mengamuk di kota-kota India tepat beberapa hari sebelum peluncuran film. Mereka juga membakar kendaraan serta merusak mal atau pusat perbelanjaan.

Tepat di selatan Delhi sehari sebelumnya, bus sekolah dilaporkan telah dilempari batu sementara yang lain dibakar dan digunakan untuk memblokir jalan raya utama. Ban dibakar di Mumbai, jantung industri perfilman India, sementara kelompok garis keras berjalan melalui kota-kota lain memperingatkan dampak jika film tersebut ditayangkan.Beberapa bioskop juga memenuhi peringatan tersebut sehingga mereka menolak untuk menayangkan film tersebut, dengan alasan keamanan.

Suasana yang Menakutkan

Hanya saja, manajer bioskop di Delhi terus bersikeras ingin memutarnya walaupun jika “atmosfir ketakutan” dari kelompok fanatik telah menakut-nakuti penonton.Para pemrotes termasuk kasta Rajput India yang menghormati Padmavati bersikeras bahwa film tersebut mendistorsi sejarah, meskipun para ahli mengatakan bahwa ratu adalah karakter mitos yang didasarkan pada sebuah puisi.Penonton juga diinformasikan bahwa film tersebut adalah fiksi.

Para penentang – meski belum pernah melihat film tersebut – mengklaim bahwa film tersebut menampilkan penghubung romantis antara Padmavati dan penguasa Muslim abad ke-14 Alauddin Khilji, meskipun para pembuat film membantahnya berulang kali. Memang, tidak ada adegan seperti itu.Sebenarnya, tidak ada satu adegan pun yang mengusung dua karakter bertatap muka secara langsung dalam keseluruhan durasi film selama tiga jam tersebut.

“Semua kontroversi tentang sudut romantis di antara keduanya benar-benar salah tempat,” kata Suman Sharma, seorang arsitek, setelah menonton film tersebut. Pemain film lainnya Neha Verma juga tidak dapat memahami keributannya, menggelengkan kepalanya saat ia meninggalkan bioskop melewati barisan polisi bersenjata di belakang perisai. “Sayang sekali orang-orang telah melakukan demonstrasi bahkan tanpa mempedulikannya terlebih dulu.Ratu telah digambarkan dengan indah sehingga tidak ada yang bisa mengangkat jari,” katanya.

Bahkan dua petugas polisi wanita yang ditempatkan di dalam bioskop selama ini memberikan acungan jempol dan tertawa saat ditanyai apa pendapat mereka tentang film tersebut. Meski merepotkan, usaha itu ternyata layak dilakukan.Seiring akhir waktu film, penonton menjadi riuh dengan memberikan tepuk tangan meriah. Menurut Verma, ini adalah karya seni dan patut dihargai oleh semua orang,” kata Verma.

Jokowi Lobi India Tentang Tarif Bea Masuk Kelapa Sawit Indonesia

Presiden Jokowi meminta pemerintah negara India untuk bisa mempertimbangkan kembali kebijakan dari tarif bea masuk produk minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil atau CPO Indonesia. Tahun lalu pasalnya India sudah menaikkan tarif dari bea masuk produk itu sampai dengan 2 kali lipat dari yang tadinya 7.5% menjadi 15%.

Mencoba Melobi

Permintaan itu langsung disampaikan oleh Jokowi dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri India yakni Narenra Modi pada sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN-India yang mana berlangsung di New Delhi, India. “Apabila ekspor kelapa sawit Indonesia berkurang, maka saya yakin bakal berpengaruh juga kepada pemenuhan kebutuhan pasar India yang mana semakin meningkat,” ujar Jokowi dilansir dari CNN Indonesia pada hari ini, Jumat (26/1).

Presiden Jokowi juga menyebutkan bahwa kerjasama dengan India sudah mulai meningkat semenjak tahun lalu. Kendati demikian, menurutnya, potensi nilai perdagangan bilateral itu masih sangat besar untuk bisa dikembangkan lagi. “Oleh karena itu lah upaya meningkatkan perdagangan Togel Pelangi mesti terus dilakukan termasuk juga menghilangkan hambatan perdagangan,” jelasnya lebih lanjut lagi.

Dalam pertemuan itu, Jokowi pun memuji dukungan India terhadap ASEAN-Ied Mechanism termasuk juga East Asia Summit (EAS). Indonesia pasalnya sudah mengusulkan dimulainya kerjasama maritim dalam EAS yang mana juga didukung oleh India, itulah yang disebutkan oleh Jokowi.

Ke depannya, menurutnya, kerja sama maritim bakal menjadi salah satu priorotas kerjasama kedua negara. Ia pun mengajak Perdana Menteri Modi tahun ini untuk berkunjung ke Indonesia, salah satunya yakni untuk membahas detil kerjasama antara kedua negara secara lebih detail lagi.

PGN Akan Masuk ke Pertamina

Masih berhubungan dengan gas dan sumber daya di Indonesia. Memang di India bea cukainya makin meningkat. Namun berita lainnya juga datang dari PGN. PT Pertamina (Persero) mengatakan bahwa PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan masuk di bawah supervisi dari perseroan dalam rencana pembentukan induk atau holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas atau migas meskipun Peraturan Pemerintah atau PP belum juga diteken.

Pertamina, seperti yang sudah diketahui, sudah ditunjuk oleh Kementerian BUMN sebagai holding migas. Dan nantinya Pertamina akan membentuk sub induk (subholding) dari induknya (holding) minyak dan juga gas yang mana langsung dibawahi oleh perseroan.

Nicke Widyawati, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) mengatakan bahwa beberapa anak usaha Pertamina yang mana bergerak dalam sektor yang sama bakal digabungkan. Dan rencananya, Pertamina membuat sebuah subholding hulu (upstream), subholding refinery dan juga petrochemical, subholding pemasaran dan juga ritel dan yang terakhir subholding gas.

Ini pasalnya dilakukan secara bertahap. “Untuk subholding refinery dan juga petrochemical bakal dikonsolidasikan menjadi subholding pengolahan,” ucap Nicke yang diucapkan pada hari Selasa (23/1) kemarin.

Sementara itu untuk subholding gas sendiri akan dibentuk sesudah PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN masuk di bawah naungan Pertamina. Pada hari Kamis (@5/1) kemarin, PGN baru bakal melalukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait dengan pengalihan saham seri B yang dimiliki pemerintah.

“Tanggal 25 Januari itu tahapan yang secara formal di mana PGN bakal masuk ke Pertamina,” ucapnya. Artinya, PGN bakal masuk duluan ke Pertamina tanpa harus menunggu Rancangan Peraturan Pemerintah atau RPP holding migas selesai diteken oleh Presiden Joko Widodo.