Empat Hari Jualan Kopi di Korea Selatan, Indonesia Raih Rp 110 Miliar

Jika banyak generasi muda Indonesia sangat tergila-gila dengan budaya K-Pop dan serial drama, publik Korea Selatan justru menaruh perhatian tinggi akan barang produksi asli Indonesia. Salah satunya terlihat dalam event International Coffee Expo Seoul (ICES) 2018 di mana Indonesia mengenalkan kopi asli nusantara sebagai salah satu komoditi ekspor unggulan.

 

Tak main-main, dalam empat hari event itu berjalan dengan 10 ribu pengunjung, Indonesia membukukan transaksi kopi senilai 110 miliar rupiah. Patut berbangga karena dalam ICES sendiri menjadi ajang berkumpulnya para penikmat dan pengusaha kopi internasional sehingga jadi barometer kopi di area Asia Pasifik. Transaksi ini membuktikan kalau belasan ribu gerai penjualan kopi di Korsel menggunakan biji kopi asli Tanah Air.

 

Sejak hari pertama pameran, banyak pengusaha kopi Korsel memburu pengusaha kopi Indonesia. Kepada CNN Indonesia, KBRI Seoul menyebut kalau beberapa pengusaha kopi Korsel seperti  Beanst Coffe, Tona Co.Ltd, Quantum International Co.Ltd, Treeplanet Co.Ltd dan Star Lu Bean Daehan meneken kontrak dengan produsen kopi Tanah Air yang bernilai transaksi fantastis. Bahkan Kenred Cofee Gayo dan Meukat Komoditi Gayo sudah menjalin kerjasama berbasis e-commerce yang mencapai Korsel.

 

Umar Hadi selaku Dubes RI untuk Korsel menjelaskan kalau kedua negara memang sepakat meningkatkan nilai perdagangan mencapai USD 30 miliar hingga tahun 2022 mendatang. Selama pameran sendiri, Indonesia mengenalkan kopi Aceh Gayo, Robusta Jawa, Kintamani, Sulawesi, Papua dan tentunya kopi Luwak yang sangat mendunia dan berharga selangit itu. Mengusung slogan ‘Rumah dari biji kopi terbaik’, pihak Indonesia membiarkan para pengunjung mencicipi kopi Nusantara secara gratis sebagai bentuk marketing yang justru berhasil.

 

Keripik Indonesia Juga Lagu Rp 113 Miliar

 

Satu bulan setelah berjualan kopi, Indonesia mengenalkan keripik asli Tanah Air di event Seoul Food 2018 yang berlangsung awal Mei ini di KINTEX, Seoul-Korsel. Diolah dengan bahan organik seperti minyak kelapa, keripik berbahan ubi dan singkong justru meraih perhatian sangat tinggi di kalangan masyarakat Seoul. Penduduk Korsel yang memiliki kesadaran tinggi atas gaya hidup sehat begitu tergila-gila dengan keripik Indonesia.

 

Dalam empat hari pameran itu, stan Indonesia berhasil mencatat total transaksi entah langsung dan prospektif mencapai USD 8,19 juta (sekitar Rp 113 miliar). Hal ini membuat Dubes Umar menilai kalau Korsel adalah pasar yang berpotensi besar untuk produk makanan ringan Indonesia. Memahami tren masyarakat Korsel yang ‘back to basic food’ dan pengemasan menarik, jenis produk olahan keripik, biskuit, kacang, wafer, krimer hingga nata de coco Indonesia laris manis di negeri Ginseng.

 

Apa Kata Orang Korea Soal Indonesia?

 

Dari catatan yang ada, nilai ekspor Indonesia kepada Korea Selatan memang masih kalah dari Filipina, Thailand dan Vietnam. Namun makanan olahan Indonesia saat ini mulai diterima masyarakat Korsel sehingga membuat nilai ekspor pada 2017 mencapai USD 134,24 juta atau meningkat 45,31% dari 2016.

 

Dalam sebuah komunitas masyarakat Korea pecinta Indonesia, banyak yang menilai kalau makanan togel yang enak dan sambutan hangat atas warga asing membuat mereka jatuh cinta. Hal ini diperkuat dengan hubungan politik dan ekonomi Indonesia-Korsel yang semakin baik. Tak heran kalau semakin banyak saja kelompok pecinta Indonesia di sana. Bukan tak mungkin kalau pertukaran budaya akan semakin bisa membuat kedua negara makmur.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *